Langkah kecil yang mengubah segalanya
- Rosalina Omega

- Feb 17
- 4 min read
Updated: Feb 28
Setiap hari adalah sebuah perjalanan dimana kita harus bisa mengambil keputusan yang akan berdampak untuk masa depan. Banyak orang menganggap bahwa hidup hanyalah sekedar bernafas, melakukan aktivitas, istirahat dan kembali lagi melakukan hal yang sama keeseokan harinya. Padahal nyatanya, hidup adalah tentang perjalanan.
Anak yang memiliki orang tua yang sudah mempersiapkan perjalanan hidupnya, akan menjadi anak yang lebih siap "bertempur" dalam hidup dibandingkan dengan orang tua yang bahkan tidak mengerti apa yang harus disiapkan untuk hidup anaknya.
Begitu pula seseorang yang beranjak dewasa hidupnya akan lebih berbahagia jika dia tau kemana arah perjalanan masa depannya dan bukan hanya sekedar menghabiskan masa muda untuk bersenang-senang tanpa tujuan.
Dan tentunya seseorang yang sudah melewati usia senior akan jauh lebih berbahagia di masa tuanya ketika ia bahkan sudah mempersiapkan perjalanan akhir kehidupannya termasuk mempersiapkan generasi penerus yang akan meneruskan perjuangannya selama ini.
Perbedaan dari mereka yang mempersiapkan perjalanan hidupnya dengan mereka yang bahkan tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk hidupnya yakni saat mereka harus mengambil keputusan setiap hari.
Mereka yang sudah tahu kemana arah perjalanan hidupnya, mereka tidak akan sembarang mengambil keputusan setiap harinya, tetap mereka akan benar-benar menimbang keputusan mereka. Mulai dari makanan apa yang mereka makan, pakaian apa yang dipilih, orang manakah yang harus diajak bertemu sampai dengan keputusan-keputusan sederhana lainnya. Bandingkan dengan mereka yang bahkan bingung dan sembrono ketika melakukan sesuatu setiap harinya.
Kadangkala bahkan keputusan kecil itu diremehkan oleh banyak orang yang tidak mengerti apa dampaknya untuk masa depan mereka. Apa saja contoh keputusan kecil yang diambil oleh mereka yang sudah tahu perjalanan hidup mereka harus cemerlang dan banyak orang tidak mau melakukannya?
Makan makanan sehat
Percayalah ada banyak orang lebih memilih makan makanan yang tidak sehat ketimbang makan makanan sehat. Saya salah satunya. Saat saya masih menjadi mahasiswi miskin, saya selalu makan lele goreng setiap hari untuk berhemat dan juga setiap hari selalu minum es teh. Akibatnya, di usia 22 tahun saya sudah kena penyakit liver dimana badan saya menjadi kuning semua. Namun, apakah saya sadar bahwa saya salah? Belum karena dulu saya tidak memiliki mentor yang mengingatkan pentingnya kesehatan dalam perjalanan hidup. Yang orang suka lupa adalah perjalanan hidup yang cemerlang itu memerlukan hidup sehat dan usia panjang. Saya baru sadar setelah saya berusia 37 tahun dimana kondisi tubuh saya sering sakit kram, suara saya hilang dan mulai sering sakit. Seorang shinse dari Malaysia membukakan mata saya bahwa kondisi tubuh saya ternyata memiliki banyak blok dikarenakan cara makan saya yang sembarangan. Setelah saya dibantu beliau menjadi sehat kembali (dan tentunya karena kasih karunia Tuhan) saya mulai menghindari tepung, goreng, minyak, es dan juga beberapa macam daging yang tidak baik (daging putih jelas lebih baik) dan juga sayuran dan buah yang bahkan tidak baik untuk tubuh saya. Hari ini kondisi tubuh saya bahkan jauh lebih sehat dibandingkan dengan tubuh saya dahulu. Namun sayangnya, banyak orang terlalu sembrono memilih makanan yang dimasukkan dalam tubuhnya.
Istirahat yang cukup di jam yang tepat
Banyak orang tidak mengerti bahwa organ tubuh dalam harus istirahat di jam yang tepat supaya mereka bisa memulihkan diri dengan cepat. Sayangnya begadang adalah hal yang dianggap wajar, termasuk oleh saya. Sejak kecil saya sangat enggan tidur awal karena menurut saya waktu sangat berharga untuk mencari uang. Sejak kecil saya sudah terbiasa belajar keras agar bisa mendapatkan uang. Dan itu terbawa sampai saya sudah bekerja bahkan ketika memiliki anak. Akibatnya bukan saya bertambah kaya tetapi yang terjadi tubuh saya semakin tidak sehat dan saya pun tidak bisa berpikir dengan maksimal. Gaya hidup ini berubah total ketika saya mulai diingatkan terus suami pentingnya istirahat terutama sejak kami bertemu dengan shinse. Saya mulai belajar caranya istirahat dengan benar agar organ tubuh saya bisa memulihkan diri dengan cepat. Lucunya, ketika saya istirahat di jam yang tepat (saya maksimal tidur di jam 12 malam meskipun seharusnya jam 10 malam lebih baik tetapi bandingkan ketika dahulu saya sibuk begadang sampai jam 5 subuh) dan juga istirahat 7 jam setiap hari, banyak ide luar biasa mengalir dan bisnis semakin luar biasa percepatannya. Ternyata, begadang bukan solusi untuk hidup sukses.
Gym dan bukan sekedar "olahraga"
Banyak orang di usia muda kerja giat bagai kuda untuk punya mimpi selangit tapi masalahnya di semakin bertambah usia bukannya menikmati hasil kerja malahan sibuk dengan berbagai macam penyakit. Mulai dari vertigo, badan cepat lelah, tulang linu, lutut bermasalah dan masih banyak gejala awal yang seharusnya diwaspadai tapi sayangnya banyak yang tidak menghiraukannya. Pergi ke gym sejak dari muda akan sangat memberikan keuntungan. Saya buktinya. Saya sempat mengalami sakit bahkan liver saya dikatakan oleh shinse sudah "heating" sehingga saya mudah lelah dan kram perut serta suara makin hilang. Namun, sejak satu tahun lalu saya komitmen untuk ke gym dan mulai rutin melatih otot saya untuk berkembang. Malas? Sering. Ga enak? Yes. Cape? Banget. Tapi saya tahu, jika saya berhenti melakukannya, saya sama seperti orang bodoh yang diberi emas tetapi saya kubur dalam-dalam dan saya tetap menjalani hari saya sebagaimana biasanya. Emas itu ibarat kesehatan dari Tuhan. Kita diberikan kesehatan, kesempatan buat hidup. Tapi banyak diantara kita, kita kubur dalam-dalam kesehatan itu dengan cara tubuh tidak pernah dilatih, otot dibiarkan memudar, tulang tidak diberi asupan kalsium dan kita bertingkah setiap hari seperti tidak terjadi apa-apa, seakan-akan kesehatan itu bukan emas, tapi kita anggap itu hanyalah "barang biasa". Hanya orang bodoh yang sudah melihat, mendengar dan merasakan sendiri tubuh yang sehat itu perlu dilatih tetapi tetap saja malas ke tempat gym.
Bersambung part 2 😉

Comments